TUGAS 1
Buatlah
pseudocode & flowchart untuk
menghasilkan
1 liter air dengan menggunakan
tabung dengan ukuran 3 liter dan 5 liter.
Caranya
adalah sebagai berikut:
1. Masukan air ke dalam tabung 3 liter
hingga penuh.
2. Saat tabung tiga liter sudah penuh, tuangkan
air didalam tabung 3 liter tersebut ke dalam tabung 5 liter hingga air didalam
tabung 3 liter habis.
3. Isi kembali tabung 3 liter hingga
penuh.
4. Lalu tuangkan kembali air didalam
tabung 3 liter ke dalam tabung 5 liter sehingga tabung 5 liter terisi penuh.
5. Tabung 3 liter nantinya akan terisi
1 liter air dari sisa yang dituangkan ke dalam tabung 5 liter.
Berikut adalah pseudocode:
Program Penghasil 1 Liter Air
{Menghasilkan 1 liter air dengan menggunakan tabung 3 liter dan tabung 5 liter}
Deklarasi
+ Inisialisasi air 1 liter
+ Inisialisasi tabung 3 liter dan tabung 5 liter
Deskripsi
+ Input air kedalam tabung
+ Tabung = 1 liter
+ Jika tabung sama dengan 1 liter maka cetak tabung
+ Jika tidak input ulang air kedalam tabung hingga menghasilkan 1 liter air
+ Selesai
Berikut bentuk flowchart:
TUGAS 2
Buatlah
pseudocode, flowchart dan program untuk :
1.
Menentukan apakah suatu bilangan merupakan
bilangan
prima atau bukan ?
2.
Program untuk menentukan apakah tahun yang
diinputkan
termasuk tahun kabisat/bukan.
Jawaban:
1. Pengertian
berikut kita diberitahu bahwa faktor pembagi dari sebuah bilangan prima
maksimal dua faktor pembagi, jika lebih maka bilangan itu bukan bilangan prima.
pseudocode dapat dilihat berikut ini
Program Bilangan_Prima
{membuktikan sebuah bilangan adalah bilangan prima atau bukan}
Deklarasi
inisialisasi angka_prima
inisialisasi pembagi
inisialisasi jumlah_bilangan
Deskripsi
baca data angka_pirma
bagi angka_prima dengan pembagi
jika angka_prima habis dibagi dengan pembagi, tambahkan 1 pada pembagi serta tambahkan 1 pada jumlah_bilangan
jika jumlah bilangan lebih dari 2 faktor pembagi dari bilangan tersebut, maka cetak "bukan bilangan prima"
selain itu cetak "bilangan prima"
end
flowchartnya dapat dilihat berikut

Program Bilangan_Prima
{membuktikan sebuah bilangan adalah bilangan prima atau bukan}
Deklarasi
inisialisasi angka_prima
inisialisasi pembagi
inisialisasi jumlah_bilangan
Deskripsi
baca data angka_pirma
bagi angka_prima dengan pembagi
jika angka_prima habis dibagi dengan pembagi, tambahkan 1 pada pembagi serta tambahkan 1 pada jumlah_bilangan
jika jumlah bilangan lebih dari 2 faktor pembagi dari bilangan tersebut, maka cetak "bukan bilangan prima"
selain itu cetak "bilangan prima"
end
flowchartnya dapat dilihat berikut
2.
Program untuk menentukan apakah tahun yang
diinputkan termasuk tahun kabisat/bukan.
Pseudocode
1. Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti
tahun kabisat.
2. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi
100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
3. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100
akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
4. Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100,
dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan
tahun kabisat.
Flowchart
Program
Listing
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int tahun;
int tahun_kabisat;
clrscr();
cout<<"Menentukan tahun kabisat"<<endl;
cout<<"tahun : "<<endl;
cin>>tahun;
//proses if dan elsenya..??
if(tahun>0)
{
if(tahun%100)==0)
tahun_kabisat=((tahun%400)==0);
else
tahun_kabisat=((tahun%4)==0);
if(tahun_kabisat)
cout<<"tahun kabisat"<<endl;
else
cout<<"Bukan
tahun kabisat"<<endl;
}
getch();
}
TUGAS 3
Buatlah
program berikut sesuai dengan tahapan pembangunan
program
:
1.
Pseudocode untuk
menghitung akar-akar persamaan kuadrat
f(x)
=Ax2+Bx+C. Syarat A ≠ 0
_ D>0 punya dua akar
real yang berbeda
_ D=0 akar kembar
_ D<0 akar kompleks
2.
Program untuk menghitung ekivalensi bilangan dalam detik
menjadi
berapa hari, jam berapa menit dan berapa detik.
Penjelasan:
1. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan polinomial berorde dua. Bentuk umum dari persamaan
kuadrat adalah
ax2 - bx + c = 0 maka pada bagian
pangkat 2 itu adalah suku banyak.
Bentuk umum persamaan kuadrat:
ax2 -
bx + c = 0
a =
koefisien dari x2
b =
koefisien dari x
c =
tetapan
Rumus
D:
b2-
4ac
Rumus abc persamaan kuadrat:
x1,2 = -b ± √D/2a
Rumus abc persamaan kuadrat:
x1,2 = -b ± √D/2a
Huruf-huruf a, b dan c
disebut sebagai koefisien: koefisien kuadrat a adalah koefisien dari koefisien linier b adalah koefisien
dari x, dan c adalah koefisien konstan atau disebut juga suku
bebas. Jenis-jenis
persamaan kuadrat:
1. D > 0 merupakan bilangan real
positif, sehingga persamaan kuadrat mempunyai dua akar real
berlainan, .
2. D = 0 sehingga persamaan kuadrat
mempunyai dua akar real sama.
.
3. D < 0 merupakan bilangan tidak
real (imajiner), maka persamaan kuadrat tidak mempunyai akar real atau
persamaan kuadrat mempunyai akar tidak real.
D =
diskriminan merupakan penentu dari sifat dan banyaknya akar persamaan kuadrat
yang diberikan
pseudocode untuk menghitung akar
akar persamaan kuadrat
deklarasi
int a,b,c
long d
float x1,x2,s
deskripsi
input nilai a
input nilai b
input nilai c
d=(B*B)-(4*A*C)
if(A==0)
keterangan ="bukan persamaan kuadrat"
else if(d<0)
keterangan="akar kompleks"
else if(d>0)
keterangan="punya 2 akar real yang berbeda"
s=sqrt(d)
x1=(-B+(s))/(2*A)
x2=(-B-(s))/(2*A)
cetak nilai x1
cetak nilai x2
else
keterangan="akar real kembar"
x1=(-B)/(2*A)
x2=x1
cetak nilai x1
cetak nilai x2

deklarasi
int a,b,c
long d
float x1,x2,s
deskripsi
input nilai a
input nilai b
input nilai c
d=(B*B)-(4*A*C)
if(A==0)
keterangan ="bukan persamaan kuadrat"
else if(d<0)
keterangan="akar kompleks"
else if(d>0)
keterangan="punya 2 akar real yang berbeda"
s=sqrt(d)
x1=(-B+(s))/(2*A)
x2=(-B-(s))/(2*A)
cetak nilai x1
cetak nilai x2
else
keterangan="akar real kembar"
x1=(-B)/(2*A)
x2=x1
cetak nilai x1
cetak nilai x2
2. #include<iostream>
#include<cstdio>
using namespace std;
int main(){
cout << "Masukkan detik : " << endl;
int detik, menit, jam, hari;
cin >> detik;
if(detik > 60) menit = detik/60;
detik = detik%60;
if(menit > 60) jam = menit/60;
menit = menit%60;
if(jam > 24) hari = jam/24;
jam = jam%24;
printf("%i hari, %i jam, %i menit, %i detik", hari, jam, menit, detik);
return 0;
}
sumur
https://brainly.co.id/tugas/3852605#readmore
http://adjiekrisnandy.blogspot.com/2014/10/tugas-3-tekhnik-pemrograman-slide-4-bsi.html
http://jangkrikngoding.blogspot.com/2018/10/akar-akar-persamaan-kuadrat.html
http://jangkrikngoding.blogspot.com/2018/10/ekuivalen-dari-detik-menit-jam-dan-hari.html
https://brainly.co.id/tugas/3852605#readmore
http://adjiekrisnandy.blogspot.com/2014/10/tugas-3-tekhnik-pemrograman-slide-4-bsi.html
http://jangkrikngoding.blogspot.com/2018/10/akar-akar-persamaan-kuadrat.html
http://jangkrikngoding.blogspot.com/2018/10/ekuivalen-dari-detik-menit-jam-dan-hari.html
TUGAS 4
_ Buatlah pseudocode, flowchart dan program untuk membuat tampilan
berikut:
Pseudocode
Input
: jumlah bilangan
Output
: 4 deret bilangan hsl pnjumlahan dari setiap bilangan yg dilalui
Proses
: Jika i<=I jumlah bilangan. Lakukan perulangan berikut
Cetak a
i = i + 2
a = a + i
Flowchart
Flowchart
Program
#include
<iostream>
#include
<conio.h>
class
aritmatika{
public:
void
input();
void
proses();
int
a,b,n,i,hasil;
};
void
aritmatika::input(){
cout<<"Masukan
Banyak suku :"<<endl;
cin>>n;
cout<<"Masukan
Suku Awal :"<<endl;
cin>>a;
cout<<"Masukan
Beda :"<<endl;
cin>>b;
cout<<endl;
}
void
aritmatika::proses(){
for(i=0;i<n;i++)
cout<<a+(i*b+(i*i-i))<<endl;
}
int main(int
argc, char *argv[])
{
aritmatika
deret;
deret.input();
deret.proses();
getch();
return 0;
}
2.
Menghitung nilai variant (∑X² - (∑ X)² / N)
/ (N-1)
Varians
adalah jumlah kuadrat dari selisih nilai data observasi dari nilai
rata-ratanya, kemudian dibagi dengan jumlah observasinya. Varians digunakan
untuk mengetahui seberapa jauh persebaran nilai hasil observarsi terhadap
rata-rata.
Contoh :
Menghitung nilai varian pada varites biji kopi
S2=
(∑X² - (∑ X)² / N) / (N-1)
= ( 2824 –
(162 )2 / 10 ) / ( 10 – 1 )
= ( 2824– (
26244 / 10 ) / ( 10 – 1 )
= ( 2824 –
2624,4 ) / 9
= 199,6 / 9
= 22 ,2
Sumber:
Semoga Bermanfaat

ê³ ë§ˆì›Œ. ^^
BalasHapus